TELAH LAHIR DIKTATOR BARU, JOKO WIDODO

TELAH LAHIR DIKTATOR BARU, JOKO WIDODO.
TELAH LAHIR DIKTATOR BARU, JOKO WIDODO.
TELAH LAHIR DIKTATOR BARU, JOKO WIDODO.


Oleh: Abdul Halim    
Sebagai seorang wartawan di Solo, saya sama sekali tidak menduga ketika tahun 2005 lalu menjelang Pilkada Kota Solo, saya sempat wawancara dengan salah seorang kandidat Walikota yang juga pengusaha mebel (CV Roda Jati) dan pemilik gedung pertemuan yang cukup megah (Graha Sabha Buwana) di Solo, Joko Widodo yang lebih dikenal dengan Jokowi. Wawancara dilakukan di Graha Sabha Buwana, dimana sang calon Walikota didampingi salah seorang tim suksesnya yang juga mantan jurnalis sebuah harian di Jogjakarta.          
Ternyata nasib berkata lain, tujuh tahun kemudian Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI (2012) dan dua tahun kemudian menjadi Presiden RI (2014).    

Sementara itu penangkapan terhadap 10 tokoh oposisi nasional dengan dakwaan makar sehingga ancaman hukumannya sangat berat dengan hukuman mati dan seumur hidup itu, diduga kuat diperintahkan langsung Presiden Jokowi, hal itu cukup mengejutkan bagi saya. Betapa tidak, Jokowi yang selama ini saya kenal sederhana, sopan santun, lihai dalam berpolitik, berjiwa demokratis dengan menghargai perbedaan pendapat, ternyata setelah dua tahun berkuasa berubah menjadi penguasa yang tuli, bisu, licik, haus kekuasaan, otoriter, anti kritik, anti demoktasi, suka berkhianat dan menipu rakyat serta hobinya menakut-nakuti rakyat. Pendek kata, hanya dalam dua tahun kekuasaannya, Jokowi telah berubah menjadi penguasa diktator yang berbahaya bagi keutuhan dan masa depan NKRI.      

Adapun yang sangat saya sayangkan adalah, demi melangengkan kekuasaannya dan melindungi Ahok yang didukung konglomerat hitam 9 naga,  Jokowi sekarang telah berubah menjadi penguasa yang tuli hati nuraninya meskipun salah satu partai pendukungnya adalah Partai Hati Nurani (Hanura), dimana para elite pimpinannya juga telah menjadi tuli atau budeg hati nuraninya.            Betapa tidak, meski telah digebrak dengan  tiga demo besar dalam sejarah negeri ini (demo 1410, demo 411 dan demo 212), yang semuanya menuntut tangkap dan penjarakan Ahok karena menista agama, namun Jokowi tetap tidak mau memenuhi tuntutan umat Islam itu meski Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka dan terbukti menistakan Kitab Suci Al Qur'an Surat Al Maidah 51.           Jokowi yang arogan dengan sokongan finansial dan kekuatan politik 9 naga, tetap ngotot melindungi Ahok dengan dalih semuanya sudah diserahkan ke proses hukum, meski Ahok yang dikenal bermulut busuk itu telah ditetapkan sebagai tersangka yang seharusnya dijebloskan ke hotel prodeo. Maka pantaslah jika mantan Presiden SBY pernah mengatakan Ahok telah berdiri diatas hukum.                
TELAH LAHIR DIKTATOR BARU, JOKO WIDODO.
TELAH LAHIR DIKTATOR BARU, JOKO WIDODO.

Policy Jokowi untuk mati-matian melindungi Ahok ini bisa dimaklumi. Sebab semua "rahasia" Jokowi dipegang Ahok dan Ahok sendiri pernah keceplos mengatakan bahwa Jokowi bisa menjadi Presiden berkat jasa para pengembang (baca: konglomerat hitam 9 naga). Karena Ahok telah diplot menjadi pion dari 9 naga itu untuk menguasai Indonesia dengan menjabat kembali kursi DKI-1 sampai 2019 melalui kemenangan Pilgub DKI 2017, Ahok juga diplot menjadi Wapresnya Jokowi (2019-2024) dan akhirnya Presiden RI (2024); maka Presiden Jokowi harus berani berkorban habis-habisan demi menyenangkan tuannya 9 naga, sampai pontang-panting kesana kemari termasuk bertemu para pimpinan Parpol dan mengunjungi Mako pasukan elite TNI dan Polri, sambil mengancam rakyat akan ditindak tegas  jika sampai berusaha mendongkel-dongkel kekuasaannya, meski sesungguhnya TNI dan Polri alat negara bukan alat kekuasaan. Jadi semuanya itu dia lakukan demi melidungi Ahok agar bebas dari jeratan hukum, termasuk secara diam-diam menekan Jaksa Agung agar tidak menahan Ahok meski telah P21 dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri. Dengan telah "berevolusi mental" berubah menjadi diktator demi melindungi Ahok agar nanti dapat menjabat menjadi wakilnya tahun 2019 dan akhirnya Presiden RI tahun 2024,


sebagaimana pernah ditegaskan Ahok melalui bukunya "Merubah Indonesia" yang terbit tahun 2008 lalu, maka sekarang posisi Presiden Jokowi dapat disejajarkan dengan para diktator lainnya di dunia yang masih hidup seperti Presiden Bashar al Assad (Suriah), Presiden Abdul Fattah al Sisi (Mesir), Presiden Raul Castro (Kuba) dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un (*).        
(Penulis: Abdul Halim, Jurnalis di Jakarta)

0 Response to "TELAH LAHIR DIKTATOR BARU, JOKO WIDODO"

Posting Komentar